Hari itu . . .
Dari ufuk timur, sang surya mulai tersenyum lebar . . .
Dari ufuk timur, sang surya mulai tersenyum lebar . . .
Menebar cahaya dan kehangatan keseluruh penjuru dunia . .
Tak terkecuali menerpa seorang anak, anak yang tak pernah mengerti akan manfaat sebenarnya dari cahaya mentari tersebut . . .
Yang dia tahu, cahaya tersebut hanya akan menghitamkan kulit dari tubuhnya, memudarkan warna bajunya yang lusuh, serta membuat kerongkonganya kering karena kepanasan . . . .
Yang dia tahu, cahaya tersebut hanya akan menghitamkan kulit dari tubuhnya, memudarkan warna bajunya yang lusuh, serta membuat kerongkonganya kering karena kepanasan . . . .
Yaaaa . .hanya itu yang dia tahu . . .
Pagi itu dia keluar dari rumahnya yang sederhana, dengan sepotong senyuman yang selalu hadir di bibir kecilnya, dia berjalan dengan penuh semangat, tak lupa pula sebuah karung kotor dan bau yang selalu menempel ditubuhnya . . .
Pagi itu dia keluar dari rumahnya yang sederhana, dengan sepotong senyuman yang selalu hadir di bibir kecilnya, dia berjalan dengan penuh semangat, tak lupa pula sebuah karung kotor dan bau yang selalu menempel ditubuhnya . . .
Kemanakah dia . . . . .???
Yaaaa . . .
Itulah dia . . .
Itulah pekerjaanya . . .
dia seorang pemulung, yang setiap
harinya berkutat dengan sampah yang baunya selalu menusuk hidung bagi
siapa yang menciumnya . . .apakah dia malu? apakah dia menyesal? apakah
dia mengutuk dirinya sendiri dikarenakan dia seorang pemulung?
Tidak sama sekali . . .
Dia sadar, dia terlahir dari keluarga yang tidak punya, dari keluarga yang hidupnya sederhana . . .
"Hidup itu seperti roda yang berputar, terkadang diatas, terkadang
dibawah, tatkala hidup kita diatas, teruslah bersykur, dan apabila hidup
kita dibawah, maka bersabarlah"
Kata-kata itulah yang sering diucapkan guru mengajinya . . .
Itulaah dia . . .
Itulaah saya . . .
Yaaaap . . .
itulah sosok masa kecil saya dulu . . .
Pekerjaan yang pernah saya lakoni ketika masih kecil dulu, terik panas
matahari serta hujan tak pernah saya perdulikan sedikit pun, hanya demi
lembaran uang ribuan yang dimata sebagian orang tidak ada harganya . . .
Tapi bagi saya, kepuasan tersendiri bisa menikmati hasil uang sendiri
dari hasil usaha dan jerih payah serta keringat saya sendiri, daripada
mereka yang makan dari uang hasil mencuri yang jelas-jelas itu uang
haram tapi kenapa mereka masih mau makan uang seperti itu? padahal
penampilan mereka tidak susah-susah banget, pakai kemeja dan stelan jas
serta dasi yang rapi . . .
Dan ekpresi muka mereka pun selalu tersenyum bangga . . .
(Itulah yang sering saya lihat di koran-koran bekas yang sering saya ambil ditempat sampah kotor dan bau). . .
Sejak kecil saya suka mengamati ekspresi-ekspresi orang-orang di sebuah foto . . .
Difoto, mereka hanya diam tapi berkata-kata, melalui bahasa tubuh dan
mimik wajah mereka, mereka mampu menyampaikan apa yang mampu
disampaikan meskipun foto-foto itu diam . . .
Otak dari semua itu adalah sebuah benda yang bernama kamera entah
kenapa saya begitu tergila-gila padanya dan ingin sekali memilikinya,
karena ketika kecil saya bekerja sampai ke sudut-sudut kota tempat saya
tinggal dan saya banyak menemui kejadian-kejadian yang membuat saya
ingin mengabadikannya melalui benda yang bernama kamera itu . . .
Puluhan ekpresi wajah saya temui dijalanan, baik sedih, senang, gundah, galau, bahagia dan lain-lain. . .
Tapi, tidak satupun yang bisa saya abadikan, karena memang saya hanya
orang biasa dan tak punya apa-apa, dan dari situlah saya menyukai dunia
fotography, saya juga menyukai dunia tulis-menulis maka dari itu saya
membuat blog ini agar hoby saya tetap terus berjalan dan dari kedua hoby
ini saya masih harus banyak belajar karena memang saya masih newbie (pemula) . . .
Dan blog ini saya persembahkan spesial buat seseorang yang selalu ada di hati saya . . .
seseorang yang selalu hadir dalam mimpi dan doa saya . . .
seseorang yang tak pernah lelah memberi semangat dan motivasi hidup buat saya . . .
seseorang yang akan selalu tinggal di dalam hati ini . . .
selamanya . . .
untuk #Vee <3 ^_^
Oh yaaa . . .!
Ini tulisan pertama saya . .
Mungkin saya termasuk terlambat menjadi blogger, dulunya saya berfikir
menjadi blogger itu cuma untuk narsis dan gaya-gayaan saja . . .Namun kenyataannya setelah saya lihat dan intropeksi diri saya, saya sadar bahwa pekerjaan saya sekarang tidak lepas dari buku-buku dan internet, jadi banyak pemikiran-pemikiran para ahli yang jadi referensi saya untuk lebih maju . .
Jujur, saya sangat ingin seperti mereka . . .
Nabi Muhammad SAW Bersabda :
عَنِ جابر، رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ : قال رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya : “Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah
Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang
paling bermanfaat bagi manusia.”
(Hadis dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ . no. 3289).
Banyak hal yang ingin saya pelajari . . .
Dan banyak hal pula yang ingin saya bagi dalam hidup ini . . .
Menurut saya . . .
Hidup itu bagaikan sebuah kamera . . .
(Hadis dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ . no. 3289).
Banyak hal yang ingin saya pelajari . . .
Dan banyak hal pula yang ingin saya bagi dalam hidup ini . . .
Menurut saya . . .
Hidup itu bagaikan sebuah kamera . . .
- Kamera itu pasti mempunyai lensa dan manusia itu pasti mempunyai hati
Jadi . . . .
Fokuslah pada apa yang diperlukan sesama . . .
Bukan hanya pada apa yang diperlukan sendiri . . .
Seperti bidikan tajam lensa kamera . . .
Hidup akan terarah bila difokuskan pada apa yang utama dan bukan pada apa yang terlintas sepintas . . .
Cermatilah, jangan cuma dilihat . . .
Fokuslah pada apa yang diperlukan sesama . . .
Bukan hanya pada apa yang diperlukan sendiri . . .
Seperti bidikan tajam lensa kamera . . .
Hidup akan terarah bila difokuskan pada apa yang utama dan bukan pada apa yang terlintas sepintas . . .
Cermatilah, jangan cuma dilihat . . .
Simaklah, jangan hanyar didengar . . .
Gerakanlah tangan bila berhadapan dengan simiskin dan lemah, bukan hanya sekedar berucap prihatin . . .
Karena pemandangan alam terindah pun takkan pernah bisa menjadi foto yang menakjubkan bila lensa tidak dibatasi arah dan jangkauannya serta tidak ditajamkan fokusnya pada sebuah titik utama . . .
Dan hidup takkan pernah bisa menjadi indah bila hanya diperlakukan sebagai rutinitas untuk makan, minum, tidur, dan mencari uang . . .
Oleh karena itu saya ingin diri saya bermanfaat bagi semuanya tanpa terkecuali . . .
Intinya disini saya ingin berbagi dan belajar tanpa ada pamrih, tanpa ada batasan . . .
Dengan harapan di masa yang akan datang pemikiran yang saya tuangkan dalam tulisan saya disini akan menjadi bagian dari dialektika berfikir untuk kemajuan bagi semua yang membacanya, khususnya saya sendiri . ..
Gerakanlah tangan bila berhadapan dengan simiskin dan lemah, bukan hanya sekedar berucap prihatin . . .
Karena pemandangan alam terindah pun takkan pernah bisa menjadi foto yang menakjubkan bila lensa tidak dibatasi arah dan jangkauannya serta tidak ditajamkan fokusnya pada sebuah titik utama . . .
Dan hidup takkan pernah bisa menjadi indah bila hanya diperlakukan sebagai rutinitas untuk makan, minum, tidur, dan mencari uang . . .
Oleh karena itu saya ingin diri saya bermanfaat bagi semuanya tanpa terkecuali . . .
Intinya disini saya ingin berbagi dan belajar tanpa ada pamrih, tanpa ada batasan . . .
Dengan harapan di masa yang akan datang pemikiran yang saya tuangkan dalam tulisan saya disini akan menjadi bagian dari dialektika berfikir untuk kemajuan bagi semua yang membacanya, khususnya saya sendiri . ..

